Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Juni 2011

Inilah 6 Makanan yang Tidak Sehat untuk Anak

Anak-anak memerlukan nutrisi yang tepat agar pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya berjalan baik. Namun, sekarang sangat banyak makanan instans rendah nutrisi yang tidak sehat justru digemari anak. Setidaknya ada 6 makanan paling sehat untuk anak.

Kesibukan orangtua dan kurangnya waktu sering membuat anak harus diberikan berbagai makanan yang tidak sehat, seperti makanan kemasan, instans atau junk food.

Berikut 6 makanan paling tidak sehat untuk anak, seperti dilansir Lifemojo, Kamis (15/6/2011):

1. Chicken Nugget (nugget ayam)

Makanan ini biasanya masuk dalam makanan favorit anak-anak. Nugget ayam termasuk makanan yang tidak sehat karena banyak mengandung garam dan high-fructose corn syrup (HFCS atau fruktosa jagung) yang ditambahkan untuk menambah rasa, diikuti dengan cara digoreng dalam minyak terhidrogenasi yang mengandung lemak trans. Makanan ini rendah nilai gizi dan tinggi kalori dan lemak.

2. Kentang goreng (French Fries)

Makanan ini tinggi kandungan lemak, tinggi kalori, natrium (garam) dan digoreng dengan menggunakan minyak terhidrogenasi yang mengandung lemak trans. Selain itu, penelitian telah menunjukkan bahwa pemanasan makanan bertepung seperti kentang dalam suhu yang ekstrim menciptakan karsinogen disebut akrilamida, yang bisa memicu kanker.

3. Keripik kentang

Makanan ini juga tinggi lemak jenuh dan garam. Beberapa keripik kentang juga dapat membentuk akrilamida yang memicu kanker.

4. Soda dan minuman manis lain

Minuman manis atau bersoda tinggi akan kalori yang berasal dari gula dan karbohidrat. Bila berlebihan mengonsumsi minuman ini bisa menyebabkan obesitas dan kerusakan gigi pada anak-anak.

5. Sereal manis

Beberapa sereal ditambahkan dengan pengawet, bahan kimia, minyak terhidrogenasi dan pewarna buatan. Pilihlah sereal gandum utuh sebagai pilihan terbaik untuk sarapan anak Anda.

6. Pizza

Topping pizza biasanya menggunakan sosis, daging yang bisa bersifat karsinogen nitrat dan nitrit. Tambahan keju juga akan menambah kalori ekstra. Jika ingin makan pizza sebaiknya pilih pizza gandum dengan topping ayam tanpa kulit, sayur-sayuran dengan sedikit keju.

Sumber : Kompas.com

Selasa, 14 Juni 2011

8 Mitos Anak Kembar Yang Perlu Anda Ketahui

Rasa senang ketika tahu akan mendapatkan bayi kembar biasanya diiringi mitos-mitos menyesatkan dari sekitar. Jangan panik, justru Anda harus tenang dan mencari tahu sekaligus mengerti penjelasannya.

1. Mana kakak, mana adik?
Fakta: Mitos lokal yang mengatakan, bayi kembar yang lahir (keluar dari rahim) lebih dulu adalah adiknya, bukan kakak. Alasannya, karena si kakak “membantu” adiknya untuk keluar. Padahal, dunia kedokteran sepakat menyatakan, bayi yang lahir lebih dulu (berdasarkan tanggal dan waktu) adalah kakak, berikutnya baru adik.

2. Si baik vs si jahat
Fakta: Dalam mitologi lama, si kembar selalu digambarkan sebagai si baik dan si jahat, atau pemimpin (biasanya yang lebih tua) dan pengikut. Katanya, ini terjadi karena salah satu dari mereka jenuh selalu dikait-kaitkan hingga ingin lebih unggul dari kembarannya, serta ingin mendapatkan perhatian lebih dari orangtua dan orang di sekitarnya.

Padahal, tidak pernah ada bukti ilmiah yang menunjukkan kalau kepribadian kembar sebagai bentuk jenis persaingan. Yang biasanya terjadi, anak kembar justru memiliki kepribadian dan talenta yang unik serta selalu ingin saling melengkapi. Misalnya, yang satu pintar di bidang akademik, yang lain lebih jago di olahraga.

3. Anak kembar tidak boleh satu sekolah karena bisa mengganggu prestasinya
Fakta: Ada beberapa sekolah yang menerapkan peraturan standar bahwa anak kembar tidak boleh ditempatkan di kelas yang sama. Alasannya, agar anak dapat mengembangkan identitas independen mereka dan tidak tergantung kembarannya. Malah, alasan lainnya lebih konyol, yaitu menjauhkan dari kemungkinan keduanya akan gagal jika berada di kelas atau sekolah yang sama.

Beberapa ahli justru menyarankan anak kembar untuk selalu bersama agar karakter, emosi, dan pertumbuhannya dapat berkembang lebih baik. Jika pemisahan dilakukan, malah dapat merusak pengalaman pendidikan mereka. Dari sisi psikologis, setiap anak kembar biasanya merasa nyaman berada di dekat kembarannya. Dan, ketika salah satu dari mereka menghadapi masalah (pelajaran atau pertemanan), tentunya mereka akan lebih mudah untuk saling mendukung.

Yang jelas, orangtua yang memiliki anak kembar, harus mempertimbangkan dan mengevaluasi pemilihan sekolah yang bisa memajukan kemampuan masing-masing anak, termasuk dinamika hubungan dan individu gaya belajar anak. Caranya, kenali kebutuhan dan kepribadian anak kembar Anda, juga hubungan mereka berdua. Selanjutnya, ajak mereka berdiskusi mengenai pilihan sekolahnya. Apakah ingin sekolah di tempat yang sama atau yang berbeda?

4. Jika salah satu anak kembar sakit, saudara kembarnya pasti sakit juga
Fakta: Inti dari mitos ini adalah anak kembar mempunyai kemampuan telepati. Contoh lainnya adalah jika yang satu tidak bisa menyelesaikan perkataannya, yang lainnya akan mampu membaca pikiran kembarannya dan menyelesaikan perkataannya. Ini terjadi karena anak kembar memiliki “bahasa kode” yang tidak dimengerti orang luar selain mereka sendiri atau idioglossia. Kemampuan ini timbul karena kedekatan emosional mereka sudah dimulai sejak sembilan bulan berada di rahim yang sama, begitu lahir dan tumbuh pun mereka selalu bersama.

Akan tetapi, hal yang hampir serupa juga bisa terjadi pada suami-istri, saudara dekat, teman baik (yang memiliki kesamaan genetik ekstrim).

5. Bayi kembar tidak bisa menerima ASI eksklusif, ibu harus memilih salah satu
Fakta: Menyusui bayi kembar memang penuh tantangan, tetapi bukan tidak mungkin dilakukan. Untuk kembar dua, jika memungkinkan, Anda bisa menyusuinya bersamaan. Namun kalau tidak memungkinkan atau anak kembarnya lebih dari dua, sebelum jam menyusui, peraslah ASI Anda dengan menggunakan alat pemeras ASI manual atau elektrik dan menampungnya di botol-botol yang sudah dipersiapkan.

Saat waktu menyusui tiba, Anda tetap bisa menyusui anak-anak bersamaan (yang satu langsung ke payudara Anda, yang lainnya dengan botol), tanpa salah satu di antara mereka menangis terlebih dahulu karena kelaparan. Mintalah bantuan orang-orang di sekitar Anda untuk memudahkan kegiatan ini. Satu lagi, miliki buku untuk mencatat siapa yang mengisap payudara pertama kali dan siapa yang minum terakhir agar tidak lupa atau tertukar.

6. Hanya lelaki (yang terlahir kembar) yang dapat menurunkan gen kembar
Fakta: Masing-masing generasi, entah itu lelaki atau perempuan, dari keluarga tertentu memiliki peluang yang sama dalam melahirkan bayi kembar. Akan semakin besar jika memang ada salah satu dari suami atau istri yang memiliki gen kembar kemungkinan memiliki anak kembar akan semakin besar.

Kemungkinan memiliki anak kembar biasanya juga bisa terjadi karena perempuan mengalami pelepasan sel telur secara berlebihan atau hiperovulasi. Pada akhirnya, hiperovulasi bisa menurun pada anaknya yang berjenis kelamin perempuan.

7. Hanya anak kembar yang bisa memiliki keturunan kembar
Fakta: Kehamilan kembar memang sangat mungkin terjadi pada pasangan yang memiliki keturunan kembar. Namun, di era ilmu kedokteran yang sudah semakin maju, sudah tersedia obat pemicu tumbuh-kembang sel telur (biasanya yang memiliki masalah fungsi indung telur/ovarium).

Pada kasus ini, terjadi pematangan dan pelepasan sel telur lebih dari satu yang kemudian dibuahi lebih dari satu sel sperma juga, hingga kehamilan kembar itu terjadi. Pembuahan dapat terjadi secara alami di dalam saluran telur atau di laboratorium pada kasus bayi tabung.

8. Anak kembar yang terpisah dari ibu mempunyai badan yang lebih pendek
Fakta: Jika tinggi badan anak tidak setinggi ibunya, lebih logis jika disebabkan gen bawaan dari orangtuanya, kurangnya asupan nutrisi, dan stres. Meski demikian, anak yang tidak dipisahkan dengan ibunya, tentu akan mendapatkan perhatian lebih baik, dari segi fisik maupun mental. Sehingga masa tumbuh kembangnya bisa dilalui dengan optimal.

Sumber : Kompas.com

Nyawa Gadis Kecil Ini Terancam Jika Makan

Setiap berangkat sekolah di pagi hari, Ella Campbell (5 tahun) selalu membawa bekal makanan. Tapi makanan itu tidak pernah dimakannya karena bisa membuat nyawanya terancam. Ia membawa bekal makanan agar bisa terlihat normal seperti anak-anak lainnya.

Gadis cilik asal Aylesbury, Buckinghamshire, Inggris ini tetap rutin membawa bekal makan siang yang akan dibukanya saat waktu istirahat. Makanan itu akan dibukanya seperti teman-temannya yang membuka bekal saat makan siang tiba. Tapi oleh Ella makanan itu tidak pernah disentuhnya.

Ella harus berjuang keras jika ingin makan karena memasukkan makanan ke mulut artinya menyiksa dirinya karena ia akan merasakan sakit luar biasa akibat penyakit langka yang dideritanya.

"Ella akan merasa sangat stres setiap kali ia harus makan siang di sekolah dan mengalami kesulitan lebih besar dibanding teman-temannya, karena baginya itu terlalu menyakitkan," ujar Karen Campbell (31 tahun) sang ibu, seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (14/6/2011).

Karen mengungkapkan setiap kali Ella sampai di rumah ia akan langsung segera berbaring dan pada akhir minggu biasanya ia tidak memiliki energi bahkan untuk bersekolah sekalipun.

"Kondisi ini sangat membuat frustasi dan kami melihat begitu banyak dokter berbeda tapi tidak ada yang benar-benar tahu kondisi Ella. Dia sangat kecil, lemah dan selalu merasa dehidrasi. Saat itu adalah waktu yang menakutkan bagi kami," ungkapnya.

Karen mengungkapkan tahun lalu Ella sangat kurus dan terus pingsan hingga kehilangan kesadaran karena tidak bisa makan sama sekali. Ia bisa pingsan hingga 8-10 kali dalam sehari sampai ia mencapai usia 2 tahun.

Ia telah menghabiskan banyak waktunya di rumah sakit saat dokter tengah berjuang mendiagnosis penyakitnya. Setelah bertahun-tahun melakukan berbagai tes dan mesin pembantu melekat di tubuhnya, akhirnya dokter berhasil mendiagnosis penyakit Ella 3 tahun lalu di Great Ormond Street Hospital.

Ella tidak bisa makan karena memiliki kondisi berat yang disebut dengan eosinophilic gastrointestinal disease (EGD). Kondisi ini membuatnya memiliki reaksi keras terhadap makanan termasuk rasa sakit yang hebat dan muntah.

Saat ini ia diberi susu formula khusus atau hypoallergenic formula melalui tabung pengisi yang permanen melekat di perutnya, itu makanan yang dikonsumsinya sedangkan jika minum ia bisa melalui mulut seperti biasa. Ia juga diwajibkan mengonsumsi imunisupresan (sejenis obat kemoterapi) secara teratur.

"Karena ia mengonsumsi imunosupresan, maka ia menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit lain yang berpotensi menjadi lebih serius. Untuk itu kami harus selalu waspada dan membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan antibiotik guna melawan infeksi," ujar Karen.

Gangguan eosinophilic terjadi ketika eosinofil (sejenis sel darah putih) ditemukan dalam jumlah di atas normal di berbagai bagian tubuh. Ketika tubuhnya bertemu dengan alergen, maka eosinofil akan berkembang biak dalam jumlah abnormal. Sel ini bukan untuk melawan alergi tapi justru menyerang tubuh yang menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan.

Sementara itu Adam (2 tahun) yang merupakan adik dari Ella juga didiagnosis penyakit yang sama saat lahir. Tapi ia bisa makan sejumlah kecil buah-buahan, sayuran dan daging tertentu, meski tetap harus mempertahankan diet yang sangat ketat.

"Kondisi ini sangat sulit bagi saya dan suami, karena kita merasa tidak berdaya untuk menghentikan rasa sakit tersebut. Tapi Ella telah menjadi gadis yang sangat berani dan kami telah melalui banyak hal," imbuhnya.


Sumber : Detik.com

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons