Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Juni 2011

Inilah Pernyataan Resmi Pemerintah soal Ruyati

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengeluarkan pernyataan melalui siaran pers yang dikirimkan kepada media, Minggu (19/6/2011) malam. Dalam siaran pers itu, pemerintah menyampaikan duka cita yang mendalam atas eksekusi mati terhadap tenaga kerja wanita Indonesia Ruyadi binti Satubi (54) di Arab Saudi. Ruyati dihukum pancung pada Sabtu (18/6/2011) lalu, karena membunuh majikannya, seorang wanita Arab Saudi bernama Khairiya binti Hamid Mijlid.

"Pemerintah Indonesia merasakan duka cita yang sangat mendalam, bersama dengan pihak keluarga almarhumah Ruyati atas pelaksanaan hukuman terhadap almarhumah," demikian termuat dalam siaran pers itu.

Pemerintah juga mengecam pelaksanaan eksekusi mati terhadap Ruyati. Menurut Kemenlu, eksekusi mati terhadap Ruyati dilakukan tanpa memerhatikan praktek internasional terkait dengan hak tahanan asing untuk memperoleh bimbingan kekonsuleran. Eksekusi mati itu juga dilaksanakan tanpa sepengetahuan KBRI di Riyadh. Atas hal tersebut, Kementerian Luar Negeri berencana memanggil Duta Besar RI di Riyadh untuk mendiskusikan permasalahan itu, juga menyampaikan sikap pemerintah RI kepada Duta Besar Arab Saudi di Jakarta terkait eksekusi Ruyati.

Kemenlu menyatakan sebelumnya telah berkomunikasi dengan pihak keluarga Ruyati untuk menjelaskan permasalahan hukum yang menjerat Ruyati di Arab Saudi. Kemenlu juga menjelaskan upaya-upaya yang telah ditempuh pemerintah untuk membantu proses hukum Ruyati, baik selama persidangan di pengadilan maupun mengupayakan pengampunan dari ahli waris korban untuk Ruyati. Namun, upaya tersebut tak mampu menyelamatkan Ruyati dari eksekusi mati.

Adapun, Ruyati berangkat ke Arab Saudi melalui penyalur tenaga kerja PT Dasa Graha Utama yang berlokasi di Pondok Gede, Kota Bekasi sejak 2008. Wanita itu terpaksa meninggalkan Indonesia demi memenuhi kebutuhan keluarganya setelah bercerai.



Presiden prihatin

Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas nama pribadi dan Pemerintah Republik Indonesia telah menyatakan keprihatinannya dengan kasus Ruyati. Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha.

"Presiden sangat prihatin dan betul-betul berduka atas apa yang menimpa Ruyati," kata Julian, ketika dihubungi Kompas.com, Minggu (19/6/2011).

Rasa prihatin dan berduka itu juga ditujukan kepada keluarga almarhuman Ruyati. Julian mengatakan, tak ada instruksi khusus dari Presiden terkait penanganan kasus tersebut.

Sebelumnya, seperti diberitakan, menurut anak kandungnya, Evi (32), Ruyati kerap mendapatkan perlakuan kasar dari majikannya itu. "Mulai dari pemukulan, pelemparan, penendangan, hingga menimbulkan patah tulang pada bagian kaki, tapi tidak ada yang peduli," katanya.

Saat komunikasi terakhir dengan Ruyati, sekitar Desember 2010, pihak keluarga sudah memintanya pulang ke Tanah Air. Namun, Ruyati tidak juga pulang. Evi juga menyesalkan putusan eksekusi mati terhadap ibunya. Menurut dia, eksekusi mati seharusnya tidak terjadi jika advokasi Pemerintah Indonesia merespon cepat vonis mati terhadap Ruyati. Sekitar setengah tahun yang lalu, Ruyati membunuh majikannya dengan pisau dapur. Ruyati mengakui hal tersebut saat disidang di pengadilan. Pengadilan Syariah Arab Saudi kemudian memutuskan hukuman mati untuknya. Keputusan tersebut lalu disetujui pengadilan banding.

Nasib serupa dialami seorang TKW Asal Subang Darsem binti Daud Tawar. Darsem juga terancam hukuman mati akibat membunuh majikannya di Arab Saudi. Untungya, Darsem mendapat maaf dari ahli waris dengan syarat harus membayar 2 juta riyal atau sekitar Rp 4,5 miliar sebagai uang pengganti. Kini, pemerintah tengah menempuh proses banding untuk Darsem.

Sumber : Kompas.com

Kamis, 16 Juni 2011

Hot News : Akhirnya Abu Bakar Ba'asyir Di Vonis 15 Tahun Penjara

Direktur Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Media Center, Sonhadi, mengatakan vonis 15 tahun yang diputuskan oleh majelis hakim terhadap terdakwa kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir merupakan keputusan yang lucu.

Dalam persidangan yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Herry Swantoro tersebut, Ba'asyir divonis karena terbukti sebagai aktor intektual kasus pelatihan bersenjata api di Pegunungan Jalin Jantho di Aceh Besar pada Februari 2010.

"Kita akhirnya mendengarkan dagelan persidangan dari Ustadz Abu, dia diputus 15 tahun penjara, ini keputusan yang sangat lucu dan menggelikan sekali. Kenapa? karena ada perbuatan yang secara hukum positif terlalu banyak debatable-nya, Dan pelatihan militer itu tidak ada dalam pasal hukum teroris, ini fakta-fakta," kata Sonhadi kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (16/6/2011).

Sementara itu ditemui secara terpisah, pengganti Abu Bakar Ba'asyir di Jamaah Anshorut Tauhid (JAT), Akhwan mengatakan, vonis 15 tahun yang diberikan majelis hakim kepada Ba'asyir sangat tidak manusiawi.

Menurutnya, Ba'asyir tidak pernah terbukti melakukan pelanggaran dalam pasal-pasal dakwaan tersebut. "Dan 35 saksi juga tidak mengenal dengan Abu Bakar Ba'asyir. Ini indikasi bahwa umat Islam mengalami diskriminasi yang luar biasa. Kenapa agama lain diberikan ruang yang luas tapi umat Islam diatasi dan tidak pernah diberikan porsi yang seimbang," katanya.

Ditambahkan Akhwan, walaupun Ba'asyir telah divonis bersalah, pihaknya akan tetap menghormati amir Jamaah Ansharud Tauhid tersebut. Menurut dia, pihaknya akan selalu menggangap Baasyir sebagai seseorang nasionalis sejati yang sangat peduli dengan nasib bangsa ini. "Dimana beliau melihat bangsa ini dari sudut agama yang selama ini hanya menggunakan pendekatan poitik dan sosial makanya tidak pernah selesai. Dan kita tetap akan ikuti arahan beliau, program-program JAT akan kami laksanakan, tidak ada anggota yang keluar dari pijakan-pijakan yang sudah ada," tukasnya.



Vonis yang diterima Ba'asyir jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa yang mengajukan hukuman penjara seumur hidup. Dalam berkas putusannya, hakim menilai, hakim menilai Ba'asyir terbukti menghasut untuk melakukan perbuatan teror. Hasutan itu diwujudkan para peserta pelatihan dengan melakukan penyerangan dengan senjata api kepada polisi dan fasilitas umum. Penyerangan itu, menurut hakim, telah menimbulkan suasana teror di masyarakat.

Dalam pertimbangan putusan, hal yang memberatkan yakni perbuatan Ba'asyir tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan terorisme. Selain itu, Ba'asyir pernah dihukum. Adapun hal yang meringankan yakni Ba'asyir berlaku sopan selama persidangan dan telah lanjut usia.

Sumber : Kompas.com

Yuk Lihat "Live Streaming" Gerhana Bulan Total

Gerhana Bulan total yang terjadi pada Kamis (16/6/2011) dini hari tadi menarik minat masyarakat untuk turut menyaksikan. Planetarium Taman Ismail Marzuki menjadi salah satu tempat yang dituju. Ratusan orang memadati tempat ini sejak sebelum tengah malam.

Kegiatan pengamatan gerhana Bulan total di planetarium dikoordinir oleh Himpunan Astronom Amatir Jakarta (HAAJ). Empat teleskop dipersiapkan untuk memberi fasilitas pengamatan bagi masyarakat, sementara 1 teleskop lagi dipakai untuk tujuan astrofotografi.

"Gerhana totalnya itu mulai sekitar pukul 01.30 WIB. Kalau puncaknya sekitar pukul 02.30 WIB. Pukul 04.05 WIB, totalitas pun berakhir dan Bulan mulai menampakkan dirinya. Akhirnya, menjelang pukul 06.00 WIB, gerhana pun berakhir," kata Muhammad Rayhan, koordinator HAAJ.

Rayhan menjelaskan, saat gerhana total, Bulan tampak blur. Jadi, kurang bisa membandingkan bagian gelap dan terang. Saat fase gerhana di mana Bulan tertutup setengah dengan fase Bulan separuh pun akan berbeda. Saat fase gerhana setengah tetap akan lebih blur karena Bulan tertutup Bumi.

Lebih lanjut, Rayhan menjelaskan bahwa saat terjadi gerhana, Bulan, Bumi, dan Matahari terletak dalam satu garis lurus. Saat gerhana Bulan total, seluruh permukaan Bulan benar-benar tertutup oleh Bumi. Meskipun demikian, Bulan tidak akan berwarna gelap seperti Matahari ketika mengalami gerhana.

"Ini karena Bulan bukan merupakan sumber cahaya. Bulan adalah benda langit yang terangnya karena sinar Matahari. Jadi walaupun tertutup Bumi, cahaya Matahari yang ada di balik Bumi tetap bisa menerangi Bulan," ungkap Rayhan ketika berbincang dengan Kompas.com di sela pengamatan, dini hari tadi.

Menguraikan sebab lain, Rayhan mengatakan bahwa Bulan berwarna merah karena pengaruh atmosfer. "Merah ini karena pengaruh atmosfer. Ini bisa jadi juga indikator polusi. Kalau polusinya makin tinggi, warna merahnya makin pekat," ujar Rayhan yang dalam pengamatan juga bertugas mengambil foto.



Mengamati selama berjam-jam, Rayhan dibantu anggota HAAJ lainnya berhasil memotret tahapan gerhana. Dalam foto-foto jepretannya, tampak tahapan di mana Bumi menutupi Bulan, tahapan di mana Bulan benar-benar berwarna merah hingga saat Bulan mengintip keluar menampakkan dirinya kembali.

Di tahap akhir gerhana, kejutan datang. Planet Jupiter menampakkan dirinya. "Ayo yang sudah bosan ngamat Bulan bisa lihat Jupiter," katanya pada anggota HAAJ lainnya. Jupiter tampak di timur dengan warna putih walaupun tampak sangat kecil. Satelit Jupiter pun terlihat dalam pengamatan lebih detail.

Rayhan mengaku cukup senang dengan antusiasme masyarakat melihat gerhana meski akhirnya harus antre memakai teleskop. Tentang aktivitas shalat gerhana, ia berkomentar, "Ini bisa jadi indikasi mereka sudah aware dengan fenomena ini."

Satu hal yang disesalkan cuma awan yang beberapa kali menghalangi pengamatan. Rayhan mengatakan, masyarakat yang saat ini belum bisa mengamati gerhana karena halangan awan bisa menunggu lagi Desember tahun ini.

"Nanti akan lebih ramai pasti karena terjadinya sore sampai malam. Apalagi nanti kejadiannya pas malam Minggu, planetarium harus siap-siap juga. Semoga nanti bisa lihat," tuturnya.

Sumber : Kompas.com

Selasa, 14 Juni 2011

Burung Gagak Ini Selain Berkicau Juga Mengucapkan Allah Akbar

Burung gagak umumnya bersuara parau dengan bunyi kaaakkk... kaakkkk.... Namun, burung gagak milik Muhammad Romadhony (36), warga Kelurahan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, ini tergolong aneh.

Tidak sekadar berkicau, burung berwarna hitam yang diberi nama Gagak Raja itu bisa mengucapkan 13 kata, di antaranya adalah kalimat takbir "Allahu akbar".

"Selain itu, juga sering berkicau layaknya bayi menangis, meneriakkan kata asoy, assalam, dan suiiiitt kalau ada cewek lewat," kata pria yang akrab dipanggil Dhony itu.

Menurut Dhony, burung yang diyakininya sebagai gagak tersebut dibeli dari temannya di Banyuwangi. Namun, saat itu si gagak masih belum bisa berkicau. "Sejak kecil saya memang suka burung. Melihat teman punya burung itu, saya kepingin memilikinya," katanya, Sabtu (14/5/2011).

Burung itu oleh Dhony ditukar dengan mobil merek Timor miliknya. "Itu sekitar 2 tahun lalu. Kalau diuangkan seharga Rp 45 juta. Setelah dirawat, kicaunya terus bertambah. Sekarang ini sudah bisa 13 kicauan," akunya.

Apakah burung tersebut setiap harinya diajari untuk berkicau kalimat takbir? Dhony mengaku tidak pernah dengan sengaja mengajarinya mengingat gagak bukanlah burung berkicau. "Kalau burung lainnya memang diajari khusus berkicau oleh joki bunyi burung. Kalau gagak itu tidak pernah," katanya.

Mungkin kata Dhony, ia bisa berkata-kata lantaran sering mendengar kalimat takbir itu. "Ia bahkan bisa menirukan bunyi anak menangis yang mungkin meniru dari tangisan anak," akunya.

Sejak diketahui burung gagak itu bisa berkicau, banyak orang menawarnya. "Sekarang sudah ada yang menawar seharga Rp 100 juta," akunya.

Merawat burung gagak itu juga tak terlalu susah. Makanannya hanya daging ayam goreng, sayur-sayuran, dan buah-buahan. "Setiap paginya, kalau tidak dimandikan, akan ngoceh terus karena merasa gerah. Setelah dimandikan akan diam dan akan berkicau normal," kata Dhony.

Sumber : Kompas.com

Senin, 13 Juni 2011

Nama Nunun Daradjatun Nongol di Situs Interpol

Setelah resmi jadi tersangka kasus dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Nunun Nurbaeti pun masuk dalam daftar orang yang paling dicari oleh Interpol.

Berdasarkan penelusuran okezone di situs Interpol, Senin (14/6/2011), nama Nunun masuk dalam daftar Red Notice. Namun nama Nunun yang tertera bukanlah Nunun Nurbaetie, melainkan Nunun Daradjatun. Dia memakai nama belakang suaminya, Adang Daradjatun.

Berikut data Nunun yang tercantum di situs Interpol:

Present family name: DARADJATUN
Forename: NUNUN
Sex: FEMALE

Date of birth: 28 September 1950 (60 years old)
Place of birth: SUKABUMI, Indonesia
Language spoken: English, Indonesian
Nationality: Indonesia

Height: 1.55 meter <-> 61 inches
Weight: 55 kg <-> 121 pounds
Colour of eyes: BLACK
Colour of hair: BLACK

Categories of Offences: FRAUD
Arrest Warrant Issued by: Corruption Eradication Commission (KPK) / Indonesia

Sumber : Okezone.com

Mau Lihat Sapi Dalam Kelapa? Mampirlah di Phuket

Dengar nama Phuket pastinya ingat dengan negara Thailand. Yup kali ini kami memang sengaja datang ke Rumah Makan Phuket yang ada di kota Yogyakarta. Phuket di Jalan Ring Road Utara ini pastinya mengusung konsep makanan khas Thailand, dengan ciri khas rasanya yang unik dan harga sangat terjangkau.

Di kota Yogyakarta ada 3 Phuket, nah salah satunya ya yang kami kunjungi ini. Alamat lengkapnya adalah Jl. Ring Road Utara, Ruko Pandega Permai no 5, Yogyakarta. Di Solo juga ada cabangnya juga lho. Nampaknya Phuket ini sudah lumayan terkenal di Jogja, sewaktu saya datang malam itu juga rumah makannya penuh, baik di lantai satu maupun lantai duanya.

Malam itu saya datang bersama-sama dengan teman-teman saya, serombongan. Makanya makanan yang kami pesan pun lumayan banyak, ada roti Naan ala Phuket, Sapi Masak Pedas, Sapi Dalam Kelapa, Ayam Bakar, Ayam Goreng Sambal Bangkok, Kangkung Sambal, dan sebagai makanan penutup kami pesan Salad Mangga Muda dan Singkong Thai. Banyak kan? He-he... habis disini harganya lumayan murah, makanya teman-teman saya kalap pesannya.

Roti Naan yang pertama kali di antar ini enaknya dimakan dalam keadaan panas atau hangat, roti yang terasa gurih asin dan sedikit manis ini enaknya dicocol dengan sambalnya dulu, sambal khas Thailand. Yummy... seporsi roti naan ini hanya di hargai Rp 5.000 saja per porsinya. Dan sudah dua porsi roti Naan kami habiskan.

Menu berikutnya adalah lauk-lauknya, seperti Sapi Masak Pedas. Yaitu daging sapi yang diiris tipis dan dimasak dengan cabai, ada kuahnya sedikit. Rasanya?? Wuihh yang ini enak banget, pedas, manis dan lezat. Dagingnya pun terasa sangat empuk, tidak alot sama sekali. Enak banget untuk disantap dengan nasi hangat

Kemudian ada lagi Ayam Goreng khas Thai yang digoreng sangat kering, gurih di luarnya tapi terasa lembut di dalamnya. Ini enaknya dicocol dengan sambal khas Thailand. Ayam Bakar ala Phuketnya juga enak lho bumbunya.

Menu favorit lainnya di Phuket adalah Sapi Dalam Kelapa, yang ini unik lho, karena disajikan didalam sebuah batok kelapa muda segar, dimana parutan kelapa mudanya pun ikut disajikan bersama daging sapinya. Rasanya sih agak mirip dengan sapi masak pedas tadi, cuma tidak ada rasa pedasnya, hanya terasa manis dan gurih, plus ada sedikit rasa legit karena ada campuran kelapa muda tadi. Yummyyy...

Untuk makanan penutupnya kami memang sengaja memilih Salad Mangga Muda dan Singkong Thai. Saladnya terbuat dari irisan mangga muda yang diberi topping irisan tomat dan ditaburi dengan sedikit irisan bawang merah, plus kacang tanah yang di tumbuk. Segar banget rasanya, asem-manis gimana gituu he-he... Singkong Thai-nya juga tidak kalah enak, lembut, manis, dan berpadu manis dengan kuah santan yang di taburi di atasnya.

Makan malam yang sangat meyenangkan, selain berkumpul bersama teman-teman, menu di Phuket pun sangat lezzat. Apalagi harganya juga sangat terjangkau di kantong. Kapan ya Phuket buka di Jakarta? He-he...

Sumber : Kompas.com

129 Daerah di Indonesia Berpotensi Diterjang Tsunami

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memperkirakan 129 daerah di Indonesia rawan terjangan tsunami. Warga diminta jangan panik namun tetap waspada.

Peneliti LIPI Del Afriadi Bustami membeberkan daerah yang rawan tsunami tersebar di pesisir barat Sumatera, pesisir selatan Jawa, Maluku, dan Papua. “Ada 129 daerah di Indonesia berpotensi terjadi tsunami, termasuk Aceh,” ucap Afriadi di Sabang, Aceh.

Dia menjelaskan, pesisir barat Sumatera dan pesisir selatan Jawa berpotensi tsunami karena kawasan ini berada pada lempengan Samudera Hindia dan Australia. Di Sumatera, daerah berpotensi tsunami meliputi pesisir barat selatan Aceh hingga Sumatera Utara termasuk Pulau Nias, kemudian pesisir barat Sumatera Barat, Lampung, hingga Bengkulu.

“Daerah di pesisir selatan Pulau Jawa juga sama berpotensi tsunami, karena berada di lempengan,” tambah pria yang akrab disapa Fidel ini.

Menurutnya, daerah di luar Pulau Sumatera dan Jawa yang berpotensi diterjang tsunami adalah Maluku dan Papua karena dua wilayah itu berada di lempengan Pasifik.

Ditegaskan, informasi ini jangan membuat masyarakat panik, namun lebih meningkatkan kewaspadaan. Pengetahuan mengenai daerah-daerah terdampak gempa bumi penting diketahui masyarakat.

Selain itu pemerintah daerah setempat diminta melakukan langkah preventif agar dampak bencana tidak masif dan korban dapat dihindari.

Sumber : Okezone.com

Gaya Kepemimpinan Marzuki Ikut Sumbang Hancurnya Wibawa DPR

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie mengatakan saat ini wibawa DPR tengah hancur. Namun, kondisi itu dinilai sedikit banyak juga disumbangkan oleh gaya kepemimpinan Marzuki sendiri yang kurang cakap.

"Ini Pak Marzuki melempar kesalahan ke anggota DPR. Padahal, menurut saya, beliau memiliki peranan yang cukup besar dalam menurunkan citra DPR," kata Direktur Ekskutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti, kepada detikcom, Senin (13/6/2011).

Ray mengungkapkan, setidaknya ada empat catatan menyangkut kepemimpinan Marzuki selama ini di DPR. Pertama, mengenai sidang-sidang di Gedung senayan. Dalam pandangannya, Marzuki terlihat bersikap diskriminatif dan sembrono dalam memimpin persidangan.

Sebagai contoh, ketika politikus Partai Demokrat itu memimpin rapat paripurna kasus Bank Century. Marzuki lebih banyak memberi kesempatan kepada rekan-rekan separtainya sendiri untuk berbicara, sementara banyak anggota dewan lainnya yang ingin menyatakan pendapat.

"Saat itu masih banyak anggota yang ingin mengemukakan pendapat, tapi ia juga langsung buru-buru menutup sidang. Bahkan, seingat saya, pimpinan yang lain hampir mencegahnya dengan hampir menarik palu sidang, tetapi tetap ditutup, sehinga timbul kegaduhan," ucap Roy.

Kedua, lanjut Ray, sebagai pucuk pimpinan anggota dewan, Marzuki juga terlihat suka memaksakan kehendak. Misalnya saja dalam hal pembangunan gedung baru DPR. Marzuki awalnya keukeuh menginginkan proyek gedung senilai lebih dari Rp 1 triliun itu dilanjutkan.

Ketiga, Marzuki sering melempar pernyataan-pernyataan yang kontroversial dan tidak berkualitas. Ray masih ingat betapa bertubi-tubinya kritikan publik tertuju kepada Marzuki setelah ia membuat pernyataan tentang bencana gempa bumi dan tsunami di Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar), tahun lalu.

"Keempat, dalam menjaga hubungan dengan eksekutif, Pak Marzuki seringkali melakukan tindakan yang bukan merupakan job-nya, seperti menerima calon kapolri. Pimpinan DPR lainnya kan protes waktu itu," sambung Ray.

Mengenai kepemimpinan Marzuki ini, lanjut dia, LIMA telah dua kali melaporkannya ke Badan Kehormatan (BK) DPR. Bahkan, ia pernah menyarankan agar Marzuki diganti tokoh lain dari PD. Namun, Ray mengaku tidak mengetahui tindak lanjut laporannya ke BK tersebut.

Terkait pernyataaan tentang wibawa DPR yang disampaikan Marzuki, Ray menyambut baik. Hal itu menunjukkan bahwa Marzuki telah sadar dengan gaya kepemimpinannya serta kondisi DPR secara umum. Ia menambahkan, belum terlambat bagi Marzuki untuk mengadakan perubahan radikal di lembaga yang dipimpinnya.

"Kita bersyukur karena belum terlambat. Saya mau katakan semoga saja dengan kesadaran yang dimulai dari beliau sendiri itu, sikap publik yang awalnya kesal bisa berubah. Pak Marzuki harus memperlihatkan diri sebagai politikus bersih, hidup dengan masyoritas masyarakat, bukan orang yang berani menentang kehendak publik," kata Ray.

Sumber : Detik.com

Inilah Kronologi Jatuhnya Atlet Terjun Payung di Bandung

Jatuhnya dua atlet terjun payung di Banadara Sulaeman Bandung pada Senin pagi diduga akibat kesalahan prosedur. Bagaimanakah kronologinya?

Berikut kronologi jatuhnya dua penerjun tersebut seperti diungkapkan Marasma TNI Kasdartap II Bandung Wahyudin, Senin (13/6/2011):

“Tim berangkat dari Bandara Husein Sastranegara bersama dengan sejumlah penerjun lainnya dari Paskhas, militer, dan atllet,” kata Wahyudin.

Saat berada di ketinggian 7.700 kaki atau 2.500 meter seluruh penerjun mulai meninggalkan pesawat Fokker 27. “Diduga kedua penerjun tidak menggunakan otomat atau alat otomatis untuk membuka parasut,” tuturnya.

Saat berada di batas aman atau ada di ketinggian 1.500 kaki payung Yonas tidak terbuka. “Diduga Yonas pingsan karena kekurangan udara atau hipoksia,” tandasnya.

Sementara itu Yudo Baskoro, yang juga pembimbing Yonas, langsung mengejar anak bimbingnya. Nahas payungnya juga tidak terbuka saat berada di ketinggian sekira 500 meter dari permukaan tanah.

“Karena merasa tanggung jawab melatih dan berusaha mengejar untuk mencabut payung Yonas, namun mereka terburu langsung jatuh,” tandasnya.

Saat ini kedua jenazah berada di RS Hasan Sadikin Bandung untuk menjalani autopsi. Belum diketahui apakah korban akan langsung dimakamkan keluarga.

Sumber : Okezone.com

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons