Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juni 2011

Muncul Lagi Foto-foto Cabul Anggota DPR AS

Anggota DPR Amerika Serikat dari Partai Demokrat Anthony Weiner terus didesak untuk mundur. Apalagi setelah foto-foto cabul dirinya kembali muncul di Internet.

Foto-foto Weiner tersebut tampaknya diambil dengan telepon genggamnya sendiri di depan cermin di ruang gym DPR AS.

Salah satu foto yang dipublikasikan situs TMZ seperti dilansir harian Telegraph, Senin (13/6/2001) memperlihatkan Weiner hanya mengenakan handuk dan tampak sedang memegang penisnya. Menurut TMZ, foto-foto tersebut telah dikirimkan ke setidaknya satu wanita.

Di tengah skandal foto-foto tak senonoh tersebut, Weiner meminta izin untuk absen dari Kongres guna mendapatkan perawatan profesional untuk "fokus menjadi suami yang lebih baik dan orang yang lebih sehat". Juru bicara Weiner mengatakan, anggota Kongres AS itu pergi memeriksakan diri ke sebuah fasilitas perawatan.

Weiner menjadi pemberitaan setelah dirinya mengirimkan foto close up selangkangannya ke seorang perempuan berusia 21 tahun lewat Twitter. Weiner awalnya membantah itu foto dirinya dan bersikeras bahwa akun Twitternya telah dibobol.

Namun belakangan, pria berumur 46 tahun yang menikahi Huma Abedin, staf senior Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton itu, mengakui perbuatannya. Dalam konferensi pers di New York, Senin, 6 Juni waktu setempat lalu, Weiner meminta maaf atas perbuatannya.

Sembari menangis, Weiner juga mengakui bahwa dirinya telah berhubungan secara tidak pantas dengan enam wanita selama 3 tahun melalui Twitter, Facebook dan telepon. Namun Weiner mengaku belum pernah bertemu atau berhubungan secara fisik dengan mereka. Dia juga menyatakan tidak pernah berhubungan seks dengan orang yang bukan istrinya.

Sumber : Detik.com

Jumat, 10 Juni 2011

Aktivis Perempuan: Lelaki Boleh Punya Budak Seks

Seorang politikus perempuan Kuwait dihujani kecaman karena mengusulkan agar perbudakan seks dilegalkan agar kaum lelaki Kuwait tidak berzina. Dengan memiliki budak seks, mereka terhindar dari godaan perempuan yang bukan istrinya.

Salwa al Mutairi, aktivis sosial yang pernah mencalonkan diri sebagai anggota parlemen, menyarankan budak seks bisa diambil dari tahanan perempuan dari negara-negara yang terlibat perang.

Menurut dia, "berbelanja" tawanan perang bisa dilakukan di Chechnya. "Di sana pasti banyak tawanan perempuan Rusia. Jadi pergilah ke sana, beli mereka lalu jual di Kuwait. Itu lebih baik ketimbang melihat kaum lelaki kita menjalin hubungan seksual terlarang," ujarnya.

Soal tawanan perang ini, Mutairi mengajukan argumen. Dengan menjadi budak seks pria Kuwait, katanya, perempuan-perempuan itu mendapat kehidupan yang lebih baik dan "terhindar dari kelaparan".

"Menurut saya, tidak ada masalah dengan hal itu. Sama sekali tidak ada masalah," tuturnya.

"Itu bukan hal memalukan dan bahkan tidak haram," ujarnya dalam sebuah video yang bisa ditonton lewat situs Youtube.

Mutairi memberi contoh Haroun al-Rasyid, pemimpin wilayah yang meliputi Iran, Irak, dan Suriah pada abad ke-8 yang disebutnya memilki 2.000 selir.

Dia juga menyarankan dibentuknya kantor-kantor perdagangan seks yang dikelola seperti agen-agen penyedia pembantu rumah tangga. Menurut dia, budak seks itu minimal harus berusia 15 tahun.

Dia mengatakan, untuk pernikahan dengan seorang perempuan bebas diperlukan sebuah kontrak. Namun, dengan para budak seks, "lelaki hanya perlu membelinya."

Usulan Mutairi itu tentu saja memicu kemarahan warga Kuwait dan beberapa negara Arab lain. "Saya ingin tahu perasaan Salwa al Mutairi jika Kuwait diduduki tentara Irak lalu dia dijual menjadi budak seks seperti yang dia menawarkan perempuan Chechnya," dari Tweet Mona Eltahawy.

Tweet lain, dari Shireen Qudosi, bersuara lebih keras. Katanya, "Anda memalukan kaum perempuan di mana pun."

Sumber : Kompas.com

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons